-->

Sentral Pergerakan Perempuan Aceh SPPA, Minta DPRA Gelar Lewat Group Whatshap

Laporan: REDAKSI author photo

BANDA ACEH - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA)  menjadwalkan rapat paripurna dengan empat agenda yang akan digelar pada Kamis 27 Maret 2020, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Harian Serambi Indonesia DPRA akan mengelar Rapat Paripurna membahas empat agenda sekaligus, Kata Rahmatun Phounna Rabu 25 Maret 2020.

Ditengah ancaman wabah Codiv-19 Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) justru sibuk dengan agenda Rapat Paripurna. Padahal Pemerintah sudah mengintruksikan kepada seluruh Lembaga Negara untuk melakukan Distanching sementara waktu guna memutuskan ratai penyebaran wabah Covid-19.

“Mereka sebagai wakil rakyat tidak menghormati sama sekali intruksi pemerintah, bagaimana Rakyat bisa mematuhui dan percaya sama imbauan yang telah tetapkan sebelumnya. Dewan terhormat saja melangkahi aturan yang telah dibuat,” Kata Phounna.

Saat ini dunia teknologi informasi telah memberikan kemudaan dalam berinteraksi dengan orang melalui aplikasi Whatshap, DPRA bisa melakukan menggunakan Grup Whatshap untuk membahas agenda-agenda penting yang menyangkut dengan kepentingan Aceh. Teknologi hadir untuk memangkas waktu yang lebih efesian serta hemat biaya, mengingat saat ini kondisi memang lagi tidak stabil oleh penyebaran Covid-19.

“Mereka bisa melakukan Agenda Rapat Paripurna melalui Grup Whatshap, masak orang-orang pilihan tidak mengerti teknologi, apa kata dunia,” Cetus Phounna.

Kalau saya lihat Agenda Paripurna DPRA mereka besok lebih kepada upaya penjegalan pembangunan Gedung Engkologi Center, Perlu diketahui persoalan tender bukan ranah DPRA. Dewan sebagai kontrol jalanyan roda pemerintahan Aceh. Persoalan tender Gedung Encologi wewenangnya Sekda Aceh.

“Kalau memang tidak sesuai dengan kententuan dan prosuder pembangunan Gedung onkologi RSUDZA silahkan dibuat pengaduan kepihak Kejaksaan atau melaporkan kepihak yang berwenang,”

Lebih lanjut tambah Phounna. DPRA jangan Egois, Seharusnya para Anggota dewan dapat menjadi contoh teladan bagi masyarakat dalam membendung penyebaran virus Corona yang sedang melanda Indonesia. Bukan malah sebaliknya, menjadi penyebar virus kepada masyarakat, Demikian Pungkas Phounna. []
Share:
Komentar

Berita Terkini