-->

Invention and Innovation Competition (InIIC) 2020 Malaysia

Laporan: REDAKSI author photo

Liputan23.com I  Banda Aceh - Kepala Bidang Pembinaan SMA dan PKLK, Zulkifli, M.Pd, mengatakan International Invention and Innovation Competition (InIIC) 2020 merupakan ajang bergengsi tingkat Internasional bagi seluruh cendekiawan muda bertalenta dalam bidang penelitian.


“Kompetisi ini bertujuan untuk mencari ide atau solusi yang dapat digunakan dalam mengatasi permasalahan dalam berbagai bidang seperti pangan, teknologi, pendidikan dan lainnya,” ujarnya(15/10/2020).



Pada tahun ini, InIIC 2020 mengusung tema "Changing Lives in Brilliant Ways" dengan berbagai jenjang penelitian mulai dari jenjang pelajar, mahasiswa, dosen maupun peneliti profesional di seluruh penjuru dunia. InIIC 2020 diselenggarakan oleh MMNF publisher bekerja sama dengan University of Malaya dan ASAP.


“Dikarenakan pandemic Covid 19, pada tahun ini kompetisi akan dilakukan secara daring. Adalah suatu hal yang sangat membanggakan bagi kami SMAN 1 Simpang Kiri untuk dapat mengikuti kompetisi paper tingkat Internasional ini melalui seleksi yang dilakukan oleh ISS (Indonesia Scientific Society) pada program LEKTRIN,” ungkapnya.


LEKTRIN merupakan singkatan dari Seleksi Tim Riset Indonesia. Sebelumnya ISS merupakan wadah bagi seluruh peneliti muda yang bergerak dalam pembinaan serta memfasilitasi peneliti Indonesia untuk mengikuti kompetisi tingkat Internasional.


“Sebelumnya ketiga penelitian tersebut sudah dilakukan pada bulan Juli-September 2020. Alhasil, pada tanggal 02 Oktober 2020 diumumkan bahwasanya SMAN 1 Simpang Kiri akan mengikuti kompetisi Paper Tingkat Internasional yaitu InIIC 2020 di Malaysia dengan 3 tim peneliti serta ide terbaiknya,” jelasnya.


Zulkifli menambahkan perlu diketahui bahwa SMAN 1 Simpang Kiri merupakan SMA dengan tim paling banyak yang mewakili Indonesia dalam ajang yang bergengsi ini. Banyak hal yang perlu dipersiapkan seperti paper lengkap, poster menarik dan video presentasi yang akan menjadi bahan penilaian utama oleh tim juri InIIC 2020.


“Semua materi dituliskan dalam Bahasa Inggris dan pada akhirnya seluruh karya penelitian akan dipublikasikan dalam jurnal yang ternama di Dunia. Kami mohon doa kepada seluruh rakyat Indonesia khususnya rakyat Aceh agar kita dapat meraih kesuksesan dan membawa pulang medali emas untuk Indonesia. Salam peneliti muda,” tutup Kabid Pembinaan SMA dan PKLK Disdik Aceh.(*)

Share:
Komentar

Berita Terkini