Memperkuat Kemitraan Antara MMPT-I Dengan Media Agar Melahirkan Informasi Tabayun

Laporan: REDAKSI author photo

Liputan23.com - Banda Aceh I  Dinamika MPTTl dan Perkembangan Jama'ah di Era Digital Dewasa ini masyarakat semakin paham akan keberadaan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) di Aceh (26/1/2021)

Ketua MPTT-I Aceh, Teungku H. Kamaruzzaman, S.Pdi, MM menyebutkan, saat ini bermunculan di media sosial dan kalangan masyarakat luas terhadap keberadaan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia (MPTT-I) semakìn baik lantaran pemberitaan yang muncul diberbagai media tentang MPTT-I semakin positif.


Saat ini hampir sepuluh ribu Jama'ah diseluruh Aceh atau nbuan Jama'ah diberbagai propinsi di Indonesia juga di Asia Tenggara dapat menikmati ibadah dengan tenang karena masyarakat semakin paham akan keberadaan tauhid tasawuf baik langsung maupun yang disajikan lewat media - media sosial serta media siberlonline, media cetak, televisi dan radio selalu dalam bahasa yang menyejukkan, ujarnya


Oleh karena itu, lanjut Teungku H. Kamaruzzaman, MPTT-I di Aceh yang telah di akui keberadaannya hingga dibelahan negara di Asia, memberikan apresiasi terhadap media dan masyarakat yang telah mensyiarkan kebenaran akan keberadaan Pengkajian Tauhid Tasawuf yang semakin diminati oleh masyarakat sebagai bekal menghadapi hari akhirat. kabar atau hujatan miring yang bemunculan karena Sebelumnya, sempat tersiar disebabkan ada beberapa kalangan yang belum mengenal ajaran dan Abuya H. Amran Waly Al-Khalidy.


"Bahkan ada kalangan mengartikan secara sepotong-sepotong ajaran Tauhid Tasawuf dari Abuya H. Amran Waly Al-Khalidy," kata Ketua MPTT-I Aceh, Teungku H. Kamaruzzaman, S.Pdi, MM.


Sebelumnya bahkan telah terjadi beberapa kali aksi anarkis dengan membakar nama posko MPTT oleh kelompok anti MPTT. serta menyerang jamaah ketika hendak melakukan zikir. Dalam perjalanan pengkajian tauhid tasawuf ini,


Pihak pengurus bersama guru-guru dari dayah-dayah yang mendukung MPTT pemah juga melakukan audiensi dengan Gubernur Aceh untuk menyampaikan dinamika yang dihadapi para jamaah tauhid tasawuf di Aceh. Audensi juga dilakukan MPTT ke Polda Aceh


Serta instansi pemerintah lainnya untuk menjelaskan keberadaan MPTT-I di Aceh, sehingga saat ini suasana sejuk mulai menyelimuti para Jama'ah bahkan kenyamanan semakin dirasakan oleh seluruh Jama'ah MPTT-I dan masyarakat yang selalu bergabung dalam setiap moment Ceramah dan Zikir Rateeb Seribee. 

Untuk diketahui, Keberadaan MPTT-I di Aceh sudah hampir 20 tahun dan sudah mendapatkan Pengesahan Badan Hukum oleh Kemenkumham sebagaimana Surat Keputusan Nomor AHU-00764 AH.01.07 TAHUN 2016 tanggal 21 Oktober 2016 tentang Pengesahan Pendirian Badan Hukum Perkumpulan Majelis Pengkajian Tauhid Tasawuf Indonesia Abuya Syekh Haji Amran Waly Al-Khalidy. Banda Aceh, 26 Januari 2021 Ketua MPTT-I Aceh Teugku H.Kamaruzzaman, S.Pdi, MM." tutupnya. (win)
Share:
Komentar

Berita Terkini