SETENGAH UMURKU HABIS DI MEDIA SOSIAL

Laporan: LIPUTAN 23

Oleh: Muhammad Al Furqan, Mahasiswa fisip UIN Ar-Raniry Banda Aceh Jurusan Ilmu Administrasi Negara

Siapa yang bertanggung jawab atas kami Para pecandu istagram,whatsaap,dan fecebook dan lainnya.yang pengunaannya melebihi 2 miliyar orang lebih melebihi jumlah pengikut agama didunia yang membuat kami selalu menghitung jumlah view di postingan foto atau vidio lalu loncat kegirangan ketika melihat bertambahnya jumlah  like membuat kami melihat like seperti menghisap Rokok model baru . Dj*rum hanya menginginkan paru-paru kita tapi istagram mengingikan jiwa kita.

Pholip m*rris hanya mengingikan jantung kita, tapi facebook mengingikan kehidupan kita. Penggunaan Rokok dan alkohol yang menyebabkan ketagihan di batasi penggunaanya dan terdapat batasan usia ya itu 18 tahun Ke atas penggunaan barang tersebut di batasi karena dapat merangsang hormon kortisol yang dapat membuat seseorang yang menggunakannya akan cemas dan was-was karena berdampak buruk,Anak kecil dan di bawah umur di larang menggunakan hal tersebut.

Lalu bagaimana dengan sosial media  ?
Adakah batasan usia dalam penggunaannya padahal pecandu sosial media mengalami efek yang sama .Sosial media dia yang membuatkita mengecek smartphone tiap 15 menit sekali padahal tidak ada update atau notification apapun di tambah lagi kita semakin stres ketika kita menglihat beterai Hp kita yang semakin law bat.

ROBERT SOPOLSKY peneliti dari stanfort menyampaikan bahwa tubuh kita akan memproduksi Dopamine 400%  lebih banyak ketika kita cemas melihat baterai yang law bat dan ketagihan dengan sosial media itu sama tingginya ketika seseorang  kecanduan kokain.

Ironisnya Steve jobs, penemu Apple Iphone dan Bill Gates, penemu Microsoft tidak membiarkan anaknya ketergantungan dengan gadget yang membuat anak-anaknya selalu sibuk sendiri dan menghabiskan waktu di depan layar bahkan  Bill gates pernah bercerita kalau anaknya sering mengeluh karena teman-temannya bisa memiliki  Smartphone di usia sangat muda sedangkan anaknya tidak.

Dengan gadget yang kita genggam membuat kita menjadi seseorang yang tidak peka dengan perubahan informasi dan  menjadi penyendiri, Kenapa ? ketika kita membuka instagram atau facebook kita hanya mendapatkan informasi yang berhubung dengan apa yang kita klik sebelumnya membuat kita semakin betah dan lupa padahal banyak aktivitas yang prioritas yang harus di lakukan. Sosial media yang kita gunakan itu tidak nyata ,postingan yang di upload adalah momen terbaik yang sudah di edit berkali-kali ekpresi kita adalah hasil karya filter atau photoshop agar kita terlihat berada cantik,indah dan bahagia lalu ketika kita melihat orang lain itu adalah 1 momen dari 99% dari kehidupan dia sebenarnya 99% kehidupannya itu di belakang kamera yang kita tidak tau apa yang sebenarnya terjadi dengan diri mereka bisa jadi kita melihat ekspresi tersenyum sumringah bahagia sebenarnya hatinya renyuh sedih dan kesepian .

Sahabatku berhentilah membandingkan kehidupan kita dengan orang lain itu hanya membuat kita iri dan hilang rasa percaya diri ,terus menglihat serunya istagram orang lain lalu membandingkan dengan istagram kita terus menerus ,secara sadar  maupun tidak sadar hanya membuat kita semakin kecil dan despresi melihat teman yang liburan ke luar kota atau keluar negeri ,yang memaksa kta harus ber utang kesana kesini hanya untuk menyamakan dengan kehidupan orang lain supaya terlihat tidak ketinggalan.

Sahabatku mulailah berubah dengan mengontrol diri kita membatasi penggunaan sosial media .Smartphone terdapat fitur yang dapat mengingatkan berapa lama kita telah menggunakan sosial media ,mulailah dengan mendisiplinkan diri kita dengan membatasi penggunaan istagram facebook dan lainnya maksimum 1 hingga 3 jam sehari apabila temanmu memposting kan sesuatu bukan beralti kamu harus melihatnya dan bukan beralti kita harus meresponnya ,responlah jika itu perlu tutup sosial media dan ingat banyak hal prioritas yang harus kita lakukan jangan biasakan diri untuk setiap 15 menit membuka gadget padahal tidak ada info apapun di dalamnya coba lupakan gadget dan fokus pada target dan cita-citamu  jangan biarkan kebiasaan buruk itu mengganggu produktivitas kita setiap harinya.

Memang sosial media itu sangat efektif berbagi informasi tapi bukan beralti kita melupakan kehidupan nyata gunakan instagram ,facebook,twitter whatsapp secara bijak jangan membiarkan mereka mengontrolmu tapi kamu yang mengontrol mereka .
Share:
Komentar

Berita Terkini