ANJLOKNYA DAYA BELI SAPI, AKIBAT PANDEMI COVID-19

Laporan: LIPUTAN 23

Penulis: Zahra Maulida LY (Mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, IAIN LANGSA)

BUMI kembali berduka setelah bencana alam yang telah mengguncangkan Maluku pada bulan September 2019 lalu. Kini dunia di landa dengan wabah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Corona (Covid-19) yang baru saat ini ditemukan. Virus ini belum teridentifikasi sebelum menyerang kota Wuhan, China pada Desember 2019 lalu hingga saat ini.

Virus ini menimbulkan korban jiwa sampai ribuan orang penduduk China yang mengakibatkan kerugian yang sangat besar bagi perusahaan kecil, menengah maupun perusahaan besar yang akhirnya terpaksa menutup usahanya untuk sementara. Facebook telah mensurvei bahwa hampir 80% responden negara Indonesia takut tertular dengan penyakit virus corona ini, karena belum adanya vaksin untuk mengatasi virus covid ini di seluruh dunia.

Dalam hal ini pun, pemerintah Indonesia menetapkan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) di seluruh daerah. PSBB ini bertujuan mempercepat penanganan Covid-19 agar bisa dilaksanakan di berbagai daerah yang tercatat dalam Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 Tahun 2020. Segala kegitatan ajar-mengajar pun diberhentikan bahkan keramaian yang bersifat kerumunan pun di bubarkan.

Pada awal tahun 2020, perekonomian China pun mulai terguncang kerena selama ini perekonomian China di dukung oleh sektor usaha kecil dan menengah. Kemudian virus ini pun merambah ke seluruh belahan Dunia termasuk Indonesia. Mau tidak mau Indonesia harus siap menghadapi pandemi virus corona yang tentunya akan berdampak secara tidak langsung pada perekonomian Indonesia.

Kini pandemi ini pun seperti menghantui dan mengejar-ngejar masyarakat di seluruh dunia bahkan Indonesia. Dengan embel-embel bahaya yang sangat mematikan dan penyebaran virus yang sangat cepat atau bahkan menjadi berlipat ganda. Jumlah korban pun semakin hari kian meningkat. Hingga tulisan ini dibuat, jumlah kasus mencapai lebih dar 1,52 juta kasus di Indonesia. Sedangkan di dunia mencapai lebih dari 130 juta kasus.

Pemerintah Indonesia terlalu yakin bahwa masyarakat Indonesia tidak akan terjangkit virus corona ini, sehingga tidak ada persiapan awal untuk membentengi diri sebelum terkena virus ini. Bahkan Indonesia sendiri tidak menghentikan aksses penerbangan dari Wuhan ke Indonesia atau pun sebaliknya. Dan pada hari itu, pesawat mendarat dengan jalur akses Wuhan-Indonesia dengan membawa 2 orang jepang yang berstatus OTG (Orang Tanpa Gejala) yang pergi ke salah satu tempat hiburan di
Indonesia.

Dan mulai saat itu virus covid-19 ini tersebar luas di negara Indonesia. Penyakit ini dapat menyebar melalui tetesan air hidung, mulut atau bagian dari tubuh manusia. Yang penularannya dapat terjadi pada saat batu, bersin atau berbicara. Inilah alasan pentingnya 3M yaitu, memakai masker, mencuci tangan di air yang mengalir dan menjaga jarak. Huru-hara akibat pandemi Covid-19 ini telah berimbas pada semua sektor.

Mulai dari wisata, transportasi, perekonomian negara bahkan sampai pedagang kaki lima; tidak terkecuali pada sektor peternakan. Semua ini sangat berpengaruh kepada masyarakat Kota Langsa tepatnya di Gampong Asam Peutek ini yang kebanyakan berprofesi sebagai petani dan peternak. Menurut saya, penjualan pada sapi mereka sangat lah menurun dikarenakan faktor-faktor yang terjadi saat ini.

Berkurangnya pemesanan daging sapi atau dibatalkannya pemesanan daging sapi untuk masyarakat yang mengadakan pesta karena melanggar peraturan pemerintah dengan mengadakan pesta yang bersifat kerumunan. Kemudian pula peminat untuk membeli sapi pun berkurang atau menjadi sedikit dikarenakan tidak adanya daya beli masyarakat sekitar. Tauke ternak sapi, Aswin kepada penulis (24/3/2021) mengatakan, saat ini minat pembeli sapi dapat ditaksir menurun sekitar 25% dari harga biasanya.

Menurutnya, selama lebih kurang 20 tahun ia beternak sapi, baru kali ini ia merasakan anjloknya harga sapi semenjak wabah covid-19 ini menyebar di Indonesia. Turunnya minat beli sapi akibat covid-19 ini sangat berdampak sehingga harga turun 2 juta sampai dengan 3 juta per ekor. Biasanya pembeli berasal dari mana saja tetapi sekarang sangat terasa akan berkurang nya daya beli masyarakat diluar maupun di sekitar desa setempat.

Semoga bumi ini cepat kembali pulih, pemerintah juga dapat menangani wabah virus covid-19 ini dengan cermat dan tidak ada pro dan kontra yang menghalangi agar bumi kembali membaik yang akan berdampak positif bagi perekonomian Indonesia untuk kedepannya.

(Seluruh artikel/konten merupakan tanggung jawab penulis)
Share:
Komentar

Berita Terkini