-->

Kementan : Komoditas Pangan Aman Jelang Ramadhan dan Idul Fitri.

Laporan: Azhar author photo
   Foto ist

Liputan23 | Beberapa harga bahan pangan masih bertahan tinggi hingga saat ini, misalnya daging sapi serta cabai rawit merah. Meski begitu, Kementerian Pertanian mengklaim seluruh komoditas pangan aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri.

“Semua komoditas aman menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Cabai rawit merah sudah akan panen akhir Maret ini, importasi daging juga sudah diantisipasi,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi, Minggu (28/3).

Tak hanya pasokan, harga komoditas pangan tetap aman saat ramadan. Dia menyebut, operasi pasar yang dilakukan secara online akan terus berjalan.

Adapun, berdasarkan data Prognosa Ketersediaan dan Kebutuhan Pangan Pokok/Strategis Nasional pada Januari hingga Mei 2021 yang dibuat oleh Kementan, sebagian besar pasokan bahan pangan pokok akan surplus pada Mei.

Dari data tersebut, Kementan memperkirakan ketersediaan beras sebanyak 24,9 juta ton dan kebutuhan sebesar 12,33 juta ton sehingga pasokan pada Mei sebesar 12,56 juta ton. Lalu, prognosa ketersediaan Jagung sebesar 12,57 juta ton, kebutuhan 9,17 juta ton sehingga neraca Mei 3,4 juta ton. Ketersediaan kedelai 1,5 juta ton dan kebutuhan sebesar 1,3 juta ton.

Selanjutnya, prognosa ketersediaan bawang merah sebesar 444.713 ton dan kebutuhan 416.660 ton. Prognosa ketersediaan bawang putih 406.691 dan kebutuhan 243.655 ton. Prognosa ketersediaan cabai besar sebesar 496.358 ton dan kebutuhan 432.129 ton. Prognosa ketersediaan cabai rawit 448.902 ton dan kebutuhan 392.747 ton.

Prognosa ketersediaan daging sapi/kerbau sebesar 265.868 dengan perkiraan kebutuhan 280.140 ton, sehingga neraca pasokan daging sapi/kerbau di Mei masih defisit 14.272 ton.

Sementara prognosa ketersediaan daging ayam ras sebesar 1,53 juta ton dengan kebutuhan 1,33 juta ton. Lalu, Prognosa ketersediaan telur ayam ras sebesar 2,21 juta ton dan kebutuhan 2,14 juta ton.

Untuk gula pasir, perkiraan ketersediaannya sebesar 1,58 juta ton dan kebutuhan 1,21 juta ton. Minyak goreng, perkiraan ketersediaannya sebesar 2,67 juta ton dan kebutuhannya 2,19 juta ton. () 

Share:
Komentar

Berita Terkini