Pak Pos Tak Kenal Libur

Laporan: Redaksi author photo

Jakarta - Sebuah paket berbentuk kotak kecil baru saja diterima petugas Pos Indonesia di Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Provinsi Banten. Paket yang dilapisi lakban cokelat dan ditulis produk kosmetik itu rencananya akan dikirim ke daerah Sidoarjo, Jawa Timur.

Butuh waktu dua sampai tiga hari agar paket itu sampai tujuan dengan ongkos pengiriman Rp18 ribu. “Ini masuk paket komestik,” ujar petugas wanita yang ingin disebutkan sebagai Indah, ketika berbincang dengan GPR News, Minggu (20/6) pagi.

Paket-paket kiriman akan dikumpulkan dulu sebelum dijemput oleh kurir. Satu bak berwana biru sudah disiapkan di pojok ruangan untuk menaruh kiriman paket. Pada hari Minggu ini, Indah kebetulan mendapat jatah piket masuk. Sementara dua rekannya libur.

Sebagaimana diketahui, Pos Indonesia telah mengumumkan tetap buka pada Sabtu, Minggu dan hari libur mulai awal Juni ini. Operasional pengiriman juga ditambah hingga 24 jam dalam sehari. Perusahaan pelat merah itu telah mengumumkan perubahan waktu kerja baik melalui media resmi dan media sosial mereka. Perubahan ini adalah upaya Pos Indonesia untuk meningkatkan daya saing di tengah persaingan jasa pengiriman yang semakin ketat.

Menurut Indah, untuk penerimaan paket pada Sabtu dan hari biasa jumlah rata- -rata lebih dari 10. Adapun pada minggu, karena mungkin masih baru, angka pengiriman di bawah rata-rata harian. “Ada dokumen, stiker, pakaian, komestik, dan macam-lainnya,” ujar wanita berkacamata yang sudah dua tahun bertugas di cabang Cipondoh.

Daerah pengiriman pun bermacam-macam. Ada yang seputar Jabodetabek, luar kota, bahkan ke mancanegara. Untuk ke luar negeri, salah satu paket yang dikirim, misal ke Amerika Serikat.

“Dulu sebelum pandemi kiriman luar rutin, dua minggu sekali pasti, tapi sekarang gak tentu waktunya,” ujarnya.

Indah mengaku tak keberatan dengan perubahan sistem kerja yang dijalankan dari pusat. Ia mengikuti segala aturan dari pimpinan. “Kita ikut saja,” ujarnya.

Berselang beberapa lama sebelum penulis GPR News meninggalkan kantor PT Pos, seorang pria mengenakan kaus orange bertuliskan PT Pos Indonesia dan celana jeans datang mendekati loket.

Mengenakan masker hitam, ia tampak berbincang dengan Indah. Pria itu ternyata adalah Kepala Kantor PT Pos Tangerang Mohamad Sarip. Ia kebetulan baru saja pulang dari kegiatan promosi Pos Indonesia di daerah Green Lake yang berada sekitar dua kilometer dari kantor pos.

“Ini baru saja kita habis promosi diskon 20 persen ongkos kirim (ongkir) PT Pos hari ini,” ujar Sarip.

Menurut Sarip, Pos Indonesia terus berbenah dalam meningkatkan kinerja. Promo diskon ongkir ini, kata ia, merupakan salah satu upaya yang dilakukan PT Pos untuk menarik pelanggan-pelanggan baru.

Di sisi lain, jelasnya, penambahan operasional kerja dengan tetap buka pada Sabtu, Minggu, dan hari libur adalah bagian perbaikan yang juga dilakukan oleh PT Pos Indonesia.

Perusahaan mau tidak mau harus bisa bersaing dengan jasa pengiriman lainnya. “Kita atur pegawainya dengan pembagian shift,” ujar Sarip yang juga eks kepala kantor di Surabaya itu.

Perubahan jam kerja itu juga diperkuat dengan sistem pick up atau penjemputan selama 24 jam dari Pasukan O-Ranger Pos Indonesia. Barang akan dijemput, tanpa dibatasi jumlahnya.

“Yang pasti sekarang kan orang banyak mager (malas gerak), jadi kita siap jemput jam berapa saja dilayani,” katanya.

PT Pos, lanjut Sarip, juga memanfaatkan era digital untuk mendorong kinerja. Salah satunya melalui Pos Pay. Lewat aplikasi ini, pelanggan bisa membayar atau membeli token PLN, membayar tagihan PDAM, BPJS kesehatan, hingga belanja daring.

Sementara terkait pengiriman, Pos Indonesia memanfaatkan digitalisasi untuk sistem tracking atau pelacakan barang. Dengan demikian pelanggan bisa memantau sejauh mana paket yang dikirimkannya.

“Alhamdulillah kinerja kita membaik, meningkat 20 persen dibandingkan tahun lalu,” ujarnya. Saat ini, PT Pos Tangerang mempunyai 40 kantor cabang, 40 agen, dan 100 agen dengan skema business to business (b to b). Agen b to b merupakan kerja sama dengan masyarakat yang ingin terlibat dalama jasa pengiriman. Khoiriyah ( 37 tahun), salah satu konsumen PT Pos Indonesia, mengatakan ia memanfaatkan PT Pos untuk jasa pengiriman karena lebih murah.

Ia pun menyambut baik langkah PT Pos menambah jam operasional. “Ada temen mau kirim ke daerah, dia minta pakai PT Pos karena lebih murah,” ujarnya kepada GPR News.

Layanan prima

Direktur Bisnis Kurir dan Logistik PT Pos Indonesia (Persero) Siti Choiriana mengungkapkan, penambahan jam operasional Pos Indonesia mulai berlaku awal Juni 2021. Layanan tersebut berlaku di semua Kantor Pos di seluruh Indonesia.

“Mulai Juni ini, kami buka selama tujuh hari seminggu, 24 jam sehari. Tidak ada libur, baik untuk Sabtu dan Minggu, atau tanggal merah,” kata Siti Choiriana dalam keterangan persnya, Sabtu (5/6/2021).

Menurut dia, penambahan jam operasional Pos Indonesia merupakan komitmen BUMN dalam meningkatkan layanan kepada masyarakat Indonesia. Pos Indonesia ingin memastikan, bahwa layanan Pos khususnya kurir dan logistik justru memberi pelayanan prima saat hari libur.

Saat ini, Pos Indonesia didukung oleh titik jaringan yang tersebar luas hingga pelosok negeri. BUMN ini didukung lebih dari 4.000 kantor pos dan 28.000 Agen Pos yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Di perkotaan, Pos Indonesia juga telah memiliki O-Ranger, untuk melayani kiriman jemput bola secara cepat.

”Kami bisa pastikan, mulai Juni ini Pos Indonesia akan melayani konsumen selama 24 jam dan tujuh hari seminggu. Kami pastikan layanan kami tidak ada istilah terputus di hari libur atau tanggal merah. Kami berharap, masyarakat senang menggunakan layanan kami ini,” beber direktur yang akrab disapa Anna itu.

Ia mengaku, saat ini perdagangan e-commerce tumbuh cukup pesat, seiring banyaknya platform marketplace dan perdagangan via media sosial. Transak si e-commerce terjadi tanpa ada batasan waktu. Seiring tren tersebut, penyedia jasa logistik dan kurir menjadi ujung tombak lancarnya ekosistem digital ini.

“Kami menyadari bahwa kiriman barang sangat meningkat justru pada Sabtu dan Minggu. Karena kami pahami kebutuhan kiriman ini sangat besar, termasuk adanya tuntutan customer, sehingga kami mencoba melayani tuntutan masyarakat ini,” jelas Anna.

Seperti dilansir laman Indonesia.go.id, bisnis dagang berbasis digital diproyeksikan tumbuh 33,2 persen dari 2020 yang mencapai Rp253 triliun menjadi Rp337 triliun pada tahun ini. Pertumbuhan digital ini diyakini dapat ikut mengerek pendapatan PT Pos. Direktur Utama PT Pos Indonesia (Persero), Faizal Rochmad Djoemadi, mengatakan pada 2021, Pos Indonesia menargetkan pertumbuhan dua digit dengan nilai pendapatan sekitar Rp6,8 triliun rupiah dan net income Rp819 miliar.

Dengan capaian angka itu, nilai ebitda tumbuh sebesar 81 persen dan laba bersih (net income) tumbuh sebesar 135 persen. PT Pos mendorong tujuh reformasi yakni transformasi budaya, transformasi bisnis, transformasi produk dan chanel, transformasi proses, transformasi teknologi, transformasi human capital, dan transformasi organisasi.(ip_gkr)

Share:
Komentar

Berita Terkini