PC IPNU BANDA ACEH MENGECAM KERAS TINDAKAN REPRESIF APARAT BRIMOB DALAM AKSI DEMONSTRASI DI DEPAN GEDUNG DPR RI

Laporan: REDAKSI author photo

Liputan23.com - Banda Aceh. Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Kota Banda Aceh menyampaikan.

kecaman keras terhadap tindakan represif aparat Brimob Polri dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI yang mengakibatkan tewasnya seorang pengemudi ojek online setelah tertabrak mobil rantis milik kepolisian.

"Kami dari Pimpinan Cabang IPNU Kota Banda Aceh menyampaikan rasa duka yang mendalam atas gugurnya seorang pengemudi ojek online dalam aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI.

 Tragedi ini bukan sekadar kecelakaan, melainkan cerminan dari kegagalan aparat dalam menjamin keselamatan warga sipil dan menghormati hak asasi manusia.
Tindakan brutal yang dilakukan oleh aparat Brimob Polri, yang menyebabkan korban tertabrak mobil rantis, adalah bentuk nyata dari pelanggaran terhadap prinsip demokrasi dan kemanusiaan. 

Kami mengecam keras tindakan represif tersebut dan menuntut agar pelaku segera diproses secara hukum tanpa pandang bulu.

Kami juga mendesak Presiden Republik Indonesia untuk segera mengevaluasi kinerja Kapolri dan jajaran kepolisian. Tragedi ini menunjukkan lemahnya pengawasan dan kontrol terhadap aparat di lapangan, serta perlunya reformasi dalam pendekatan penanganan aksi demonstrasi yang lebih humanis dan profesional.

Proses hukum terhadap insiden ini harus dilakukan secara transparan, independen, dan akuntabel. Tidak boleh ada ruang bagi impunitas. Keadilan harus ditegakkan demi menjaga kepercayaan publik.

Yang lebih memprihatinkan, aksi demonstrasi ini sejatinya merupakan bentuk aspirasi rakyat yang ingin menyampaikan suara mereka kepada wakilnya di parlemen. Namun, fenomena yang terjadi justru menunjukkan bahwa DPR RI sebagai lembaga perwakilan rakyat enggan membuka ruang dialog dan memilih bersembunyi di balik pagar pengamanan. 

Sikap antidemokratis ini mencederai semangat keterbukaan dan partisipasi publik yang seharusnya menjadi fondasi utama dalam sistem demokrasi.
IPNU Kota Banda Aceh berkomitmen untuk terus mengawal demokrasi, supremasi hukum, dan keadilan sosial.

 Kami akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat, terutama mereka yang terpinggirkan dan menjadi korban dari sistem yang tidak berpihak. Indonesia yang adil dan beradab hanya bisa terwujud jika kita semua berani berdiri di sisi kebenaran."
Share:
Komentar

Berita Terkini