Jakarta – Sekretaris Jenderal PP IWO Perempuan Indonesia, Lia Telly Natalia, masuk dalam daftar empat perempuan Indonesia inspiratif yang aktif membantu para pencari suaka dan pengungsi dari luar negeri yang berada di Indonesia.
Pengangkatan profil tersebut dilakukan oleh Jesuit Refugee Service Indonesia bersama SUAKA dalam rangka memperingati International Women’s Day 2026 yang diperingati setiap 8 Maret.
Kegiatan ini bertujuan memberikan apresiasi kepada perempuan-perempuan Indonesia yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam mendampingi serta membantu para pencari suaka dan pengungsi di Indonesia.
Baca Juga | Muara Kuala Idi Mendesak Dikeruk, Wagub Aceh Minta Aksi Cepat Instansi Terkait
Dalam momentum peringatan Hari Perempuan Internasional tersebut, empat perempuan dipilih dan diangkat profilnya sebagai sosok inspiratif yang aktif dalam kegiatan kemanusiaan.
Lia Telly Natalia dinilai memiliki kepedulian tinggi terhadap isu kemanusiaan, khususnya terkait kondisi para pencari suaka yang berada di Indonesia sambil menunggu proses penempatan ke negara ketiga.
Sebagai seorang jurnalis dan pengurus organisasi wartawan perempuan, Lia juga kerap menyuarakan berbagai persoalan kemanusiaan melalui media serta kegiatan advokasi.
Ia menilai bahwa wartawan tidak hanya berperan sebagai penyampai informasi, tetapi juga dapat menjadi jembatan bagi masyarakat untuk memahami persoalan kemanusiaan yang terjadi di sekitar mereka.
Baca Juga | Kapolda Aceh: Kehadiran Polri di Tengah Bencana Adalah Simbol Kehadiran Negara
“Apresiasi ini merupakan sebuah kehormatan bagi saya. Hal ini juga menegaskan bahwa wartawan dapat berperan sebagai pembela hak asasi manusia serta menjadi suara bagi mereka yang dibungkam atau tidak memiliki ruang untuk bersuara,” ujar Lia Telly Natalia.
Menurutnya, perhatian terhadap para pencari suaka dan pengungsi masih sangat dibutuhkan karena mereka sering berada dalam kondisi rentan dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.
Melalui pengangkatan profil ini, diharapkan semakin banyak masyarakat yang memahami kondisi para pengungsi serta ikut memberikan perhatian terhadap isu kemanusiaan tersebut
Momentum peringatan International Women’s Day 2026 juga diharapkan dapat mendorong lebih banyak perempuan Indonesia untuk terlibat dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan demi mewujudkan masyarakat yang lebih inklusif dan berkeadilan(*)