Sekolah Adat Srimusim dan Majelis Duek Pakat Mukim Aceh Besar Gelar Duek Pakat Pawang Glee Se-Aceh Besar

Laporan: REDAKSI author photo

Liputan23.com | Banda Aceh – Sekolah Adat Srimusim bersama Majelis Duek Pakat Mukim Aceh Besar akan melaksanakan Duek Pakat Pawang Glee se-Aceh Besar pada Sabtu, 25 Juli 2026, di Aula UDKP Kecamatan Lhoknga. Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Peran Pawang Glee dalam Pelestarian Hutan dan Pengelolaan Lingkungan Berbasis Kearifan Lokal di Kabupaten Aceh Besar.”

Duek Pakat ini diselenggarakan sebagai ruang konsolidasi, diskusi, dan penyerapan aspirasi para Pawang Glee atau Panglima Uteun dari berbagai kemukiman di Aceh Besar. Selama ini, belum terdapat wadah yang mampu mempertemukan para Pawang Glee untuk saling bertukar pengalaman, menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, sekaligus memperkuat kelembagaan adat dalam menjaga kelestarian hutan. Acara ini akan dibuka langsung oleh Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I Aceh, Bapak Piet Rusdi.

Ketua Panitia Penyelenggara, Yulfan, S.H., M.H., mengatakan bahwa Pawang Glee merupakan garda terdepan dalam menjaga kawasan hutan karena mereka hidup berdampingan dengan hutan dan memahami secara langsung berbagai perubahan yang terjadi di wilayah masing-masing.

“Pawang Glee atau yang juga dikenal sebagai Panglima Uteun perlu didengarkan aspirasinya. Mereka berada di garis depan menjaga hutan dan mengetahui secara langsung bagaimana kondisi hutan di wilayahnya masing-masing. Karena itu, sudah saatnya pengalaman, pengetahuan, dan pandangan mereka menjadi bagian penting dalam penyusunan kebijakan pelestarian hutan di Aceh Besar,” ujar Yulfan. Sabtu ( 11/ 7/ 2026)

Kegiatan ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah untuk mengidentifikasi persoalan yang dihadapi Pawang Glee, menginventarisasi praktik baik pengelolaan hutan berbasis adat, serta menghimpun aspirasi. Hasil dari pertemuan ini nantinya akan dirumuskan menjadi rekomendasi kebijakan yang akan disampaikan kepada DPRK dan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar.

“Kami ingin memetakan berbagai persoalan yang selama ini dihadapi para Pawang Glee di setiap kemukiman. Dari hasil diskusi tersebut akan dirumuskan sejumlah rekomendasi yang diharapkan menjadi bahan pertimbangan pemerintah daerah dalam memperkuat pelestarian hutan berbasis kearifan lokal. Kami juga berharap kegiatan ini menjadi langkah awal terbentuknya Forum Komunikasi Pawang Glee Kabupaten Aceh Besar sebagai wadah penguatan kelembagaan adat,” tambahnya.

Yulfan juga menyampaikan apresiasi kepada Majelis Duek Pakat Mukim Aceh Besar yang menjadi mitra sekaligus fasilitator dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Share:
Komentar

Berita Terkini